Prosessor Kinerja Tinggi next-generation

Prototipe prosessor komputer ‘general-purpose’ baru dan revplusioner (yang mampu mencapai “trilions calculations” per detik), telag berhasil didesain dan dibuat oleh tim computer scientists dari Universitas Texas.

TRIPS Prototype ProcessorTRIPS Prototype Processor

Prosessor baru dikenal sebagai TRIPS (Tera-op, Reliable, Intelligently adaptive Processing System), dapat digunakan untuk mempercepat komputasi industrial, konsumer dan saintifik.

Prototipe TRIPS merupakan “first roadmap” menuju prosessor flexible dan ultra-powerfull yang diimplementasikan pada teknologi skala-nano. TRIPS merupakan sebuah demonstrasi kelas baru arsitektur prosessor yang biasa disebut Explicit Data Graph Execution (EDGE). Tidak seperti arsitektur konvensional yang memroses satu instruksi setiap waktu, EDGE dapat memroses blok-blok besar informasi sekaligus pada saat bersamaan dan efisien.

Teknologi multicore saat ini meningkatkan speed dengan menambahkan prosessor yang secara individual tidak menjadikan lebih cepat dari prosessor sebelumnya. Penambahan prosessor mengakibatkan masalah bagi programmer dalam kerangka menghasilkan software dengan kinerja yang baik. Mereka kesulitan dalam coding program yang akan berjalan pada jumlah prosessor yang banyak.

Teknologi EDGE menyediakan pendekatan alternatif apabila teknologi multicore gagal.

Masing-Masing chip TRIPS memuat dua core pemroses, dan masing-masing dapat melakukan 16 operasi per siklus dengan jumlah instruksi 1024 secara simultan. Tipikal prosessor kinerja tinggi saat ini didesain untuk mempertahankan laju eksekusi maksimum dari empat operasi per siklus.

Sumber : Universitas Texas

Manajemen Data dengan Spreadsheet Logical

Lebih dari 20 tahun spreadsheet, seperti excel, menjadi tool penting di suatu organisasi atau institusi. Namun desain spreadsheet yang ada masih terbatas, terutama jika menyangkut komputasi matematika. Kebanyakan spreadsheet tidak didesain dengan “formula logikal”.

Ilmuwan komputer dari Stanford telah berhasil mengembangkan prototipe spreadsheet dengan kemampuan matematik logik (lihat ini a logical spreadsheet using logic instead of math ) untuk membantu kita dalam hal manajemen data dengan suatu cara yang innovatif. US-Army ingin menggunakannya untuk mengorganisasikan penempatan dan pelatihan tentara. Dan Stanford telah menggunakan untuk menjadualkan perkuliahan, event-event dan ruangan. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan teknologi ini pada web, guna menggantikan form-form yang biasa kita isi melaluu “websheets”.

Penelitian teknologi ini telah dilakukan sejak 2001, dibawah pimpinan Prof. Michael Genesereth , dari departement ilmu komputer Universitas Stanford, dan bersama Michael Kassoff, kandidat doktor pada grup risetnya (Logical Spreadsheets project).

Berikut dua catatan penting dari Genesereth mengenai proyek ini.

  • “There are many cases where traditional spreadsheets are just not sufficient. Why not have a spreadsheet that looks just like a regular spreadsheet except it has the ability to encode and use logical formulas? That’s what you can’t do with Excel in any way today.”

  • Genesereth gives the example of trying to use a logical spreadsheet to plan a meal. “You enter the main course, and let the spreadsheet suggest greens and carbohydrates that are gastronomically compatible and satisfy nutritional requirements,” he says. “Or you can do it in the other order.” Traditional spreadsheets fail in such applications because they are more rigid and cannot represent logical constraints.

Lebih detail lihat link berikut:
http://www.physorg.com/news96729652.html
http://logic.stanford.edu/spreadsheet/
http://logic.stanford.edu/people/genesereth/